Menulis, antara Fakta Sejarah dan Kombinasi Fiksi – Part 2-

Part 1 (tinggal klik)

Seorang penulis yang membuat sebuah cerita pendek, cerita bersambung, drama, ataupun novel dengan menggunakan latar belakang kejadian sejarah, biasanya akan menggunakan keseluruhan atau sebagian kecil dari peristiwa tersebut sebagai benang merah dalam cerita utamanya. Hal ini mengharuskan mereka melakukan penelitian lebih lanjut dan membuat berbagai macam asumsi, serta melihat dari berbagai sudut pandang.

Bagian fiksi ini akan menjadi detail inti cerita yang dikembangkannya. Pengembangan cerita fiksi dalam peristiwa bersejarah yang dibuat seorang penulis yang memuat konsep historic, masuk akal dan tidak lepas dari pakem kejadian sejarah yang terjadi, memungkinkan pembaca atau penikmatnya akan menganggap peristiwa dalam cerita tersebut seperti percakapan, kejadian dan penokohan dalam cerita sebagai kejadian yang sebenarya.

Penulis yang cerdas dalam membuat sebuah karakter tokoh sejarah dalam ceritanya akan nampak begitu nyata, bahkan membuat pembaca meyakini bahwa karakter tokoh sejarah tersebut adalah benar adanya. Tetapi tidak cukup mengandalkan itu saja, penulis juga membutuhkan kekuatan cerita yang mereka bangun.

jin

JIN, yang merupakan drama adaptasi manga dengan judul yang sama, ditulis oleh seorang mangaka Murakami Motoka dan di transcripkan oleh Morishita Yoshiko. Saat menyelesaikan season pertama dan lanjut ke season kedua, aku hanya bisa memberikan standing ovation bagi cast dan crew yang sudah bekerja keras dalam menggarap drama ini menjadi sebuah tontonan yang mengasyikkan. Dari ide cerita, isi cerita, plot dan ending yang luar biasa cerdas. Komponen kejadian sejarah dan fiksi yang terkawinkan dengan sangat pas dan sesuai dengan komposisinya. Kejadian sejarah yang terjadi tidak mengalami distorsi, sementara fiksinya berjalan beriringan, seolah menyempurnakan dan memberikan titik terang tentang peristiwa yang tercatat dalam buku sejarah.

JIN02704x396avi_000507874

Minakata Jin, seorang dokter specialis bedah terlempar ke masa Edo (Tokyo tahun 1603 – 1868). Saat menginjakkan kakinya untuk pertama kali di Edo Minakata Jin bertemu dengan beberapa orang samurai yang bertarung dan menganggap bahwa peristiwa itu adalah even pengambilan film. Minakata sensei berakhir tinggal di rumah keluarga samurai, Tachibana. Setelah menolong kakak tertua keluarga Tachibana yang nyaris terbunuh dalam perkelahian. Pertanyaan pertama Minakata sensei setelah terbangun dari tidurnya setelah melakukan operasi dramatis adalah tahun berapa sekarang? Hal ini cukup normal, karena setiap drama atau film yang bertema time travel , tokoh utamanya akan mengalami kebingungan dengan lingkungan baru. Minakata sensei tidak dengan mudah beradaptasi dengan lingkungan barunya, tapi pada saat beberapa tokoh di jaman Edo muncul dengan wajah yang sama dengan tokoh di masa depan, dan beberapa mereka adalah teman-teman dokter Minakata sensei di rumah sakit di Tokyo.

JIN_MINAKATA

Minakata sensei juga melihat keseluruhan Tokyo dan sungai Kandagawa dari atas sebuah bukit yang di masa depan adalah tempat dimana Minakata sensei dan Miki kekasihnya sering menghabiskan waktu bersama.

Penampilan tokoh-tokoh dan tempat-tempat yang pernah Minakata sensei kunjungi adalah sebuah sarana untuk mengatakan pada penonton bahwa tokoh sedang melakukan adaptasi lingkungan tanpa mengalami dragging.

jin_5

Peristiwa selanjutnya adalah pada saat Minakata sensei bertemu dengan Sakamoto Ryoma, pemimpin gerakan yang menggulingkan kekuasaan Tokugawa di masa Edo. Minakata sensei merasa sangat takjub karena dia sendiri pun tidak percaya kalau dia bertemu dengan salah satu tokoh reformasi Jepang. Hubungan antara Minakata sensei dan Sakamoto Ryoma diceritakan dengan cerdas dan kuat tanpa merusak peristiwa yang dilakukan oleh Sakamoto Ryoma seperti yang tertulis dalam sejarah.

Melakukan perjalanan yang menembus ruang dan waktu, berarti tindakan-tindakan yang kita lakukan akan mengakibatkan perubahan dalam sejarah atau mengubah jalan hidup orang lain. Hal ini di sadari penuh oleh penulis dan disampaikan dengan secara gamblang, mudah dicerna dan make sense.

Pada saat Edo menghadapi wabah Kolera dan melihat seorang penderita sypilis , pertentangan batin Minakata sensei sebagai manusia biasa yang tidak ingin menentang takdir yang mengubah sejarah dan sebagai dokter yang ingin menolong sesama manusia terjadi.

Jin_TachibanaSaki

Penulis mampu memberikan alasan yang kuat bagaimana Minakata sensei berani menentang takdir bahkan merubah sejarah dengan menghadirkan sosok Saki Tachibana yang membuka hati dan keyakinan Minakata sensei tentang nilai kehidupan, kemanusiaan, keberanian, dan harapan.

Saat akhirnya Minakata sensei membuat oralit untuk memerangi wabah kolera, bahkan membuat penicillin yang seharusnya pada jaman Edo belum pernah ditemukan. Jalan hidup Minakata sensei seketika berubah, mau tidak mau ia harus menjalani hidup dan bertahan di jaman Edo dengan konsekuensi mengubah jalan hidup orang lain atau bahkan merubah jalan sejarah. Hal yang tak seharusnya seorang manusia lakukan, karena hal itu bertentangan dengan kehendak Tuhn.

485326

Apalagi pada saat Minakata sensei bertemu dengan seorang geisha bernama Nokaze yang ternyata mirip dengan Miki kekasihnya di Tokyo. Keinginannya untuk bertahan hidup di jaman Edo semakin kuat dengan harapan ia dapat mengubah kehidupan Miki yang harus terbaring koma karena operasi kanker otak yang di jalaninya.

Dalam drama ini diceritakan seluruh segi kehidupan manusia, dari ambisi, tujuan, perjuangan, harapan, kekuasaan, kemanusiaan, keajaiban, kerja keras dan cinta. Aspek cinta dalam sebuah drama atau cerita tidak selalu menjadi nilai jual. Dalam drama ini aspek cinta hanya menjadi bumbu penyegar, tidak terlalu kentara, bahkan terkesan samar dan ambigu.

Tachibana Saki diceritakan sebagai seorang wanita dengan keberanian luar biasa, karena lahir sebagai putri seorang samurai yang jatuh hati kepada Minakata sensei. Ketertarikannya kepada Minakata sensei tidak digambarkan secara gamblang. Keinginannya untuk mendalami ilmu kedokteran bukan semata-mata Saki menaruh hati dan ingin mendapatkan hati Minakata sensei, tetapi kerana keinginannya sendiri dan cintanya pada kemanusiaan. Perlawanannya melawan penderitaan orang lain karena penyakit adalah pertempurannya sendiri. Penulis mampu menggambarkan semangatnya sebagai putri seorang samurai. Dan cintanya menjadi salah satu kekuatan untuk mencapai cita-citanya.

Dalam persoalan cinta, Saki mengalami rasa cemburu saat ia mengetahui Nokaze mempunyai wajah yang mirip dengan Miki. Tapi profesionlitas Saki sebagai asisten Minakata sensei tidak dilupakan oleh penulis. Saki dan Nokaze bisa berjalan beriringan, saling membantu, mengetahui posisi merek dalam strata masyarakat dan wanita yang menaruh hati pada Minakata sensei. Tidak ada persaingan dan cat fight dalam cerita. Penulis dengan hebatnya meletakkan aspek romantisme dan cinta dalam zona semu yang tidak terjamah.

Semua aspek kehidupan tersaji dengan sempurna dan lengkap tanpa ada salah satu yang lebih menonjol. Dialog yang diciptakan penulis sederhana dengan kesan dalam, bahkan mampu membawa rasa haru.

TBC

One thought on “Menulis, antara Fakta Sejarah dan Kombinasi Fiksi – Part 2-

  1. Pingback: Menulis, antara Fakta Sejarah dan Kombinasi Fiksi – Part 3 | Bukan akhir dari sebuah cerita

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s