Peran Antagonis -Part 2-

Peran antagonis dalam sebuah drama seperti sisi mata uang yang lain. Jika ada protagonis, maka perlu antagonis untuk menghidupkan sebuah cerita. Peran antagonis tidak selamanya bertindak seperti halnya seorang penjahat yang perlu diberikan hukuman setimpal diakhir cerita. Kadang penulis script drama atau bahkan dalam novel sekalipun terlalu lebay menggambarkan sosok antagonis.

Menurutku peran antagonis adalah peran yang sulit karena pada dasarnya setiap manusia, bahkan aku pun mempunyai sisi antagonis.  Kita hanya tak menyadarinya. Ada kalanya sisi antagonis seseorang lebih terlihat dan masyarakat akan menjudge dengan mengakatan …”Orang itu jahat” atau “Orang itu tidak baik”. Kita hanya tidak tahu saja bahwa dia yang dikatakan sebagai “orang jahat” pernah melakukan kebaikan-kebaikan kecil. Tersenyum tulus. Menangis karena tersakiti. Atau tertawa senang karena kegembiraan.

Kita pun tidak tahu tentang seorang yang masyarakat sebut dengan “orang suci” atau “orang baik” pernah berteriak karena marah, tersenyum dengan senyuman palsu, berkata dusta, atau melakukan sesuatu diluar praduga kita.

Dalam sebuah drama, aku lebih suka melihat dimana sebuah peran mempunyai keseimbangan dalam mengontrol sifat protagonis dan antagonis. Tidak akan ada peran yang selamanya bersifat antagonis dan tidak ada peran yang selamanya bersifat protagonis. Pada akhirnya antagonis dan protagonis hanyalah kamuflase dari sifat yang pada dasarnya dipunyai manusia. Dan penonton tidak akan melakukan judge pada akhir cerita kalau peran si A adalah antagonis dan peran si B adalah protagonis.

Dalam drama Utsukushi Rinjin dan Saki, peran Saki Mayer dan Saki Amihama diceritakan sebagai seorang wanita psikopat yang melakukan kejahatan dengan sangat halus, bahkan dia dapat membunuh, menghancurkan sebuah keluarga tanpa meninggalkan jejak dan tangannya selalu bersih.

Dalam sebuah drama pada umumnya, peran antagonis akan selalu menjadi peran kedua dan peran protagonis sebagai lead. Tapi tak jarang juga sebuah drama atau movie yang menempatkan peran antagonis sebagai lead.

 

14b51qo

Amihama Saki yang diperankan Nakama Yuki, menceritakan seorang wanita yg mengakui sebagai kakak seorang wartawan mencari kakaknya yang hilang. Di susul dengan kematian-kematian tak terduga dari beberapa orang yang dekat dengan Saki. Nakama Yuki memerankan peran Saki dengan sangat sempurna menurutku. Di satu sisi Nakama mampu memperlihatkan kesedihan seorang anak yang tidak pernah mendapatkan kasih sayang orang tua kandung, dendam seorang anak yang ibu nya mati sebelum mereka akhirnya bisa saling mengenal dan dan di sisi lain bahagia saat tujuan hidupnya tercapai, menemukan adiknya.

Screenshot_2011-01-12_17-43-31

Saki Mayer dalam Utsukushi Rinjin yang juga diperankan oleh Nakama Yuki, menceritkan seorang wanita yang tidak suka kehidupan bahagia orang lain. Dalam cerita ini Saki menghancurkan kehidupan seorang wanita dari mencuri suami, anak, orang tua dan teman-temannya. Saki melakukannya dengan sangat halus. Saat menonton Utsukushi Rinjin dan Saki, penonton akan menemukan keterhubungan dalam dua cerita ini.

confessions2

Kokuhaku atau Confession, movie Jepang ini dibintangi oleh Takako Matsu. Menceritakan seorang guru SMP yang membalas dendam pada muridnya yang tanpa sengaja membunuh putri semata wayangnya. Yuko Moriguchi menemukan pembunuh putrinya adalah anak didiknya. Di mata hukum seorang anak dibawah umur yang mengakibatkan teman atau orang lain dianggap sebagai kenakalan remaja. Pada akhirnya dia memutuskan untuk memberikan hukuman pada muridnya dengan caranya sendiri. Tidak dengan membunuhnya secara fisik tapi membunuh kehidupannya.

Well, ketiga wanita dalam cerita mereka masing-masing memiliki peran antagonis sekaligus lead. Penggambaran peran antagonis mereka sangat lembut dan halus. Di luar nampak begitu putih, segar dan menyenangkan, tapi kita tidak tahu bagaimana sehitam apa hatinya.

Sifat manusia juga tak jauh dari ini, yang paling berbahaya adalah mereka manusia yang mampu menyembunyikan sifat “antagonis”. Well, manusia tidak pernah punya sifat sempurna, sejahat-jahatnya seseorang, dia masih punya kelembutan hati yang tersisa. Sebaik-baiknya seseorang, dia masih punya sisi gelap yang disembunyikannya dan kapan saja bisa muncul saat dia menginginkannya.

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s