Rindu

Mungkin dia lelaki tanggung bertubuh ramping, berkulit kuning, berambut cepak, bergigi kelinci dan mempunyai senyum termanis yang pernah kulihat. Aku menyebutnya N. Bukan berarti dia bukan siapa-siapa.

Tapi dia adalah sesiapa yang ku kenal beberapa bulan yang lalu, di bawah sebuah pohon akasia rindang. Menawarkan sedikit bantuan padaku.

Terimakasih. Itu hanya kata yang bisa kuucapkan saat N berhasil memperbaiki rantai sepeda kumbangku. Lantas N berlalu pergi dengan meninggalkan seulas senyum yang selalu terpatri di hatiku.

Lalu senyum itu ku beri nama rindu.

– Jumala, hari ke tujuh bulan lima- Di Negeri Penyihir Kata

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s