Pelangi L’Arc~en~ciel

Sebait salam pertemuan

Sedikit canggung rasanya buat memulai menulis lagi di blog. Sepertinya aku sudah terlalu lama meninggalkan blog ini, akhir-akhir ini aku lebih suka menggunakan twitter untuk mencurahkan uneg-uneg dan sedikit dari ceritaku. Walaupun hanya sebatas 160 karakter saja. Kalau dibandingkan blog memang lebih “lapang” untuk mengekspresikan diri dengan kalimat sepanjang-panjangnya. Oke seperti cukup sampai disini salam pertemuanku dengan Ohisa.

Sudah tiga minggu berlalu sejak L’Arc~en~ciel menyambangi Jakarta dalam rangka World Tour nya.  Ternyata tidak mudah melupakan kesan yang member L’Arc bawa buat kami, fans nya di Indonesia. Buat fans L’Arc yang sudah menunggu kedatangan mereka selama bertahun-tahun, tanggal 2 Mei 2012 merupakan hari bersejarah. Karena pada akhirnya L’Arc mencantumkan kota Jakarta sebagai salah satu kota dalam list tour mereka.

Tidak diragukan lagi L’Arc sudah menjadi sebuah legenda di Jepang, atau bahkan dunia.  World Tour ini mungkin tidak bisa dikatakan sebagai kelanjutan dari perayaan 20 th L’Arc berkarya. Tapi sebuah band sekelas L’Arc yang sudah berkarya selama 20 th akan sangat pantas melakukan perjalanan tour keliling dunia dan memperluas fansbase nya.

Walaupun cukup mengenal mereka sebagai band papan atas dengan member yang punya kemampuan di atas rata-rata, aku tidak bisa dibilang sebagai salah satu Le Ciel (sebutan untuk fans L’Arc). Bahkan menonton konser mereka pun hanya karena pengen tau euphoria konser band rock bareng temen-temen. Tapi dengan menonton konser mereka di Lapangan D Senayan adalah salah satu kesalahan. Konser 2 Mei 2012 membuat aku tak bisa menolak untuk adore -lebih mudahnya ngefans- dengan mereka. Bahkan sudah lebih dari minggu ini aku tetap saja berusaha tracking perjalanan mereka dari mulai dibentuk, semua single, album dan konser yang mereka lakukan.

Aku tidak akan membahas masing-masing member L’Arc, karena aku yakin ada Le Ciel yang lebih jenius untuk menjelaskan siapa mereka.

Hyde - Tetsu - Ken - Yukihiro

Hyde-san

Lelaki kecil, imut dan cantik ini adalah vokalis L’Arc. Lahir 42 tahun yang lalu. Walaupun sudah 42 tahun, Hyde-san tak tampak menua, dia masih saja mempunyai wajah imut menggemaskan. Di balik badannya yang kecil dan wajahnya yang imut dan cantik, Hyde-san punya suara tinggi yang powerful.

Tetsuya Ogawa

Dia adalah leader L’Arc sekaligus pendirinya, nama L’Arc juga berasal dari idenya. Tet-chan (panggilan akrab Tetsuya Ogawa) lahir 42 tahun yang lalu. Permainan bass Tet-chan di L’Arc disebut-sebut sebagai permainan yang indah dan menjadikan Tet-chan sebagai salah satu bassist terbaik di dunia saat ini.

Ken

Ken adalah gitaris L’Arc dengan gaya rock nya yang khas, punya kebiasaan merokok pada saat live perform atau dalam beberapa PV L’Arc. Sangat mudah untuk mengenali Ken. Lahir 42 tahun yang lalu.

Yukihiro

Yukki-san atau lebih sering dipanggil Yukihiro sensei adalah drummer L’Arc. Permainanya dingin, akan sangat jarang melihatnya menatap ke arah kamera atau penonton, matanya hanya tertuju pada perangkat drum didepannya. Interaksi dengan penonton juga sangat minim, tidak seperti ketiga member yang lain. Hanya akan terlihat Yuki-san menggeleng, mengangguk dan tersenyum seperlunya. Seolah di dunia ini, dia hanya drum nya yang bisa dia ajak bicara. Tentu saja di kehidupan sebenarnya tidak akan seperti itu.

Saat ada pemberitahuan tentang rencana L’Arc datang ke Indonesia, aku ditawari salah seorang teman untuk ikut menonton. Walaupun bukan fans, aku tidak ingin melewatkan kesempatkan melihat salah satu band legenda dari Jepang. Walaupun pada awalnya aku ragu, apakah aku bisa nonton atau tidak dengan alasan-alasan lembur atau tugas mendadak keluar kota. Tiket konser kelas reguler aku dapatkan dengan cukup mudah, bahkan aku tak perlu mengantri untuk menukar tiket pada H-1. Ada sedikit rasa bersalah pada Le Ciel lain yang tinggal di luar Jakarta dan tidak punya kesempatan untuk menonton L’Arc.

Aku tiba di Lapangan D Senayan sekitar pukul 17.00. Ramai, penuh dan berdesak-desakan, itu adalah kesan pertama yang aku tangkap dari penyelenggaraan sebuah konser. Benar saja! Tapi akhirnya aku berhasil melewati 2 gate dengan penuh perjuangan. Berdesak-desakan dengan ratusan orang, mungkin ribuan. Kebanyakan dari mereka adalah cowok-cowok dengan badan tinggi besar. Tapi banyak juga cewek-cewek cantik dengan dandanan modis dengan high heels.

Saat terjepit dari kanan, kiri, depan dan belakang dalam hati sempet ngeluh “Ngapain aku di sini?” Hari makin gelap, tidak hanya karena semakin sore, tapi juga karena mendung tebal menggantung di atas Lapangan D. Bahkan beberapa kali guntur terdengar. Aku bener-bener kawatir kalau-kalau hujan turun dan konser dihentikan, walaupun aku sudah siap dengan kemungkinan terburuk. Basah kena hujan!

Setelah berjuang hampir satu jam, akhirnya masuk juga dalam arena dan bertemu dengan teman-teman yang tadi sempat terpisah.

Konser dimulai tepat pukul 20.00. Aku sempat kawatir karena berada di area reguler, aku tidak akan bisa menikmati performance L’Arc karena tempat aku berdiri sangat jauh dibelakang. Tapi syukurlah panitia menyediakan 3 layar raksasa.

L’Arc menampilkan performa yang maksimal, sesuai dengan janji Hyde-san pada saat press conference. Aku benar-benar tersihir dengan dunia imaji yang dibawa L’Arc dalam konser mereka. Tidak semua lagu L’Arc aku kenal, tapi aku tetap bisa menikmati konser, bisa menyanyi, melompat dan teriak bersama. Aku benar-benar hanyut dalah euphoria konser.

Hyde-san tak henti-hentinya menggoda penonton dengan senyumnya, lirikan matanya yang setajam elang, kiss air, atau dengan bahu seksinya yang sepertinya sengaja dibuat seperti mengintip dari balik kaos. Juga suaranya yang tinggi, powerfull dan stabil walau saat menangis sekalipun. Aku tak akan sadar Hyde-san sedang menyanyi sambil menangis kalau tak melihat ke arah layar besar yang menampilkan wajah Hyde-san yang banjir air mata.

Permainan bass Tet-chan juga nampak begitu hidup. Dan tentu saja dia tak lupa membagikan Mukimpo-kun dan lolipopnya. Yang paling epic adalah saat Tet-chan memperkenalkan dirinya sebagai SuJu dari Korea. Mengingat beberapa hari sebelumnya SuJu juga bertandang ke Jakarta.

Ken dengan permainan gitarnya yang lincah dan bersemangat, kebiasaanya merokok, rambutnya yang basah karena keringat membuat dia benar-benar terlihat macho dan seksi. Dan tentu saja, Ken tak pernah lupa dengan MC nya yang tak jauh-jauh dari hal pervert. Dan semua itu dikatakanya dalam bahasa Indonesia!

Yukihiro tidak melakukan interaksi bahasa manusia dengan penonton, dia melakukannya dengan irama drum nya. Tentu saja solo drum nya sangat mengesankan.

Saat konser selesai dan aku tiba dirumah, aku merasa aku akan sangat menyesal kalau saja aku tak datang untuk menonton. Konser 2 Mei benar-benar membawaku menjadi seorang Le Ciel.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s