Marche Restoran

Acara kuliner memang selalu menyenangkan, apalagi kalau tempat makan yang kita tentukan memiliki suasana yang cozy dan makannya lezat. Lebih penting lagi harganya murah!

Bulan puasa seperti sekarang ini memang kurang tepat untuk melakukan wisata kuliner, disamping waktunya yang kurang panjang untuk melakukan reservasi, dan memilih menu, konsentrasi berpuasa pun terganggu. Di bulan puasa, pada saat waktu berbuka tiba, hampir semua tempat makan akan dipenuhi oleh para penikmat kuliner. Kenikmatan makan pun berkurang karena kita harus toleransi dengan orang lain yang mengantri

Hari minggu kemarin, aku, Sandra dan Tina berkencan untuk menonton Harry Potter di Plasa Senayan. Kami bertiga bertemu satu jam sebelum pemutaran film. Karena Sandra dan Tina Nasrani, mereka tidak berpuasa dan jam sudah menunjukkan waktu makan siang. Sandra dan Tina memilih Marche Resto sebagai tempat makan siang.  Marche Resto adalah resto dengan hidangan ala Swiss. Kata Sandra, ingin coba-coba. Karena memang kalau sedang ngumpul bareng, resto ini belum pernah kita sambangi.

Marche Resto terletak disamping Studio XXI yang ada di Plasa Senayan, persis di depan tangga eskalator. Di depan pintu masukknya ada patung sapi yang besar. Saat kami masuk, kami disambut oleh salah satu mbak-mbak pelayan.

Si mbak pelayan ini menyelaskan bagaimana cara pemesanan, pembayaran dan memberikan kami tiga buah kartu pesan. Kartu ini berfungsi untuk mencatat semua pesanan kita, yang nantinya akan dikembalikan ke kassir.

Model pemesanan dengan kartu ini memang sudah menjadi umum di beberapa restoran, apalagi dengan metode kartu deposit, dengan ketentuan apabila kartu ini hilang, kustomer harus mengganti kartu deposit tersebut sesuai dengan ketentuan restoran. Misal mengantinya dengan membayar 50.000 rupiah.

Demikian juga dengan di Marche Resto, kalau kartu yang diserahkan pada kustomer pada saat memasuki resto hilang, kami harus membayar charge. Yang membuat kami tercengang adalah…..

.

.

.

harga charge sebesar 1.000.000 rupiah apabila kartu yang kustomer pegang hilang atau rusak. Ya, bener, anda tidak salah baca. Dan saya pun tidak salah ketik. Ada 6 angka nol dibelakang angka 1. Ini bentuk kartunya

Dalam resto ini terdapat beberapa kios atau stand. Masing-masing kios mempunyai menu sendiri-sendiri. Jadi kartu diatas digunakan untuk melakukan pemesanan menu pada kios tertentu, dan kartu akan di stempel sesuai dengan menu yang dipesan.

Suasana dalam resto ini cukup nyaman. Kita bisa melihat secara langsung bagaimana menu yang kita pesan dimasak dan disajikan. Kita juga dapat memilih bahan bakunya sendiri.

Kebanyakan yang datang di resto ini adalah oran-orang bule, mungkin rasanya lebih cocok dengan lidah mereka. Karena puasa aku tidak ikut memesan, jadi aku tidak tau bagaimana rasa masakannya dan tidak tau berapa kisaran harganya. Syukurlah kartu yang aku pegang pun tidak hilang. Hehe. Ingin mencoba? Pesanku, hati-hati dengan kartunya. Kemungkinan harga kartunya lebih mahal dibanding harga makanannya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s