My Life is full of joyness

Beberapa hari yang lalu aku mengirimkan sebuah surat pada salah seorang sahabatku di Bandung. Sebuah balasan yang sangat terlambat, aku mengirimnya seminggu setelah aku menerimanya. Aku sedikit bercerita tentang kesibukan di kantorku sehingga aku terlambat mengirimkan balasan. Aku juga menyertakan foto tumpukan pekerjaan yang ada di atas meja kerjaku.

Kesibukan benar-benar menyita semua waktuku dalam satu minggu di hari kerja. Bahkan aku kadang harus rela untuk pulang lebih sore dibandingkan yang lain. Dan aku masuk lebih pagi dibandingkan yang lain. Saat semua orang masih bersantai di jalan menuju kantor, aku sudah berkutat dengan pekerjaanku.

Tahun ini benar-benar tahun yang sibuk. Dan aku berharap aku bisa melewatinya dengan mulus. Aku cukup menikmati kesibukanku walau kadang-kadang aku merasa sangat kelelahan dan merasa oh betapa beratnya pilihan kehidupanku. Tapi pada akhirnya aku selalu berusaha berkaca pada orang lain yang tak beruntung dibandingkan aku. Dan itu membuatku kembali bersemangat

Selain kesibukan di kantor, aku juga punya kesibukan yang lain di akhir minggu. Sejak tiga bulan yang lalu aku mengikuti sebuah kelas menulis setiap sabtu dan minggu yang dibuat oleh salah seorang sastrawan besar Indonesia, pak Sitok Srengenge. Di akhir kelas nanti, kami bertujuan untuk menerbitkan sebuah antalogi bersama. Bersisi kumpulan cerita anak. Dan banyak cerita yang ingin aku tulis, termasuk ambisi untuk membuat sebuah novel, mengikuti lomba menulis dan banyak lagi hal-hal yang berhubungan dengan menulis.

Di sela-sela kesibukanku aku masih punya waktu untuk berkuliah, dan syukur alhamdulillah sekarang aku tinggal menyelesaikan skripsiku. Nilaiku selalu nyaris 4 di akhir semester. Aku harap tahun depan aku bisa wisuda dan mulai berpikir untuk meneruskan sekolah di luar negeri atau membeli sebuah rumah, atau mungkin menikah.

Sungguh menyenangkan aku masih punya waktu bertemu dengan teman-teman fandomku pada hari-hari tertentu dan bersenang-senang. Bercerita ini dan itu, baik itu tentang fandom atau tentang reallife.

Selain itu aku masih bisa meluangkan waktu untuk pergi mengaji tahsin di sebuah lembaga Al Qur’an. Melanjutkan level tahsinku yang sempat terhenti 2 tahun yang lalu, saat aku harus pindah ke Jakarta. Tentu saja, saat kita mengejar dunia, akhirat pun harus tetap di kejar sampai akhir hayat. Bekerja segiat mungkin seolah-olah kau akan mendapatkan bonus besar di akhir bulan dan beribadah segiat-giatnya seolah-olah kau akan mati di esok hari.

One thought on “My Life is full of joyness

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s