Balada ATM. Part 2

Sepertinya aku selalu punya masalah dengan kartu ATM. Entah sejak kapan kok bisa jadi begitu. Untungnya sampai sekarang bukan bermasalah dengan hilangnya kartu atau dicopet. Naudzubillah, jangan sampai deh…

Aku termasuk orang yang tidak suka memegang uang cash. Menurutku uang cash yang ada di dompet lebih cepat menguap daripada kalau uang itu ada didalam tabungan. Jadi kalau sedang mencetak buku tabungan, akan ada banyak sekali catatan tarik uang lewat ATM atau membayar lewat kartu debet. Bukan masalah gaya-gayaan, tapi berusaha untuk lebih hemat. Walaupun sepertinya kurang efektif. Tapi lumayan membantu agar aku tidak dengan mudah mengeluarkan uang seenaknya.

Memang, dengan cara begitu, aku tidak mudah untuk mengeluarkan uang. Tapi ada kerugiannya juga, kalau sedang bener-bener butuh uang pada saat itu juga. Misal tukang kredit dateng, pengen beli maem atau tiba-tiba saja harus mengeluarkan uang untuk hal-hal mendesak seperti ke dokter. Nah pada saat-saat seperti ini aku harus nyari ATM terdekat. Mending kalau ada ATM terdekat, nah kalau ATM nya jauh, ga berfungsi, uang ATM habis bagaimana? Ya akhirnya emang gigit jari atau kalau terpaksa ngutang dulu hehe.

Biasanya tiap hari aku selalu punya persediaan uang 50.000 di dompet, tapi sebelum uang itu habis dibelanjakan, aku emang ga ke ATM buat ambil uang. Apalagi kalau lupa, aku bisa bener-bener ga punya uang sepeserpun di dompet. Aww pelit? Hmm nggak juga sih, aku cuma males aja megang uang banyak-banyak. Godaanya terlalu besar. Aku lebih memilih untuk berjalan lebih jauh untuk mengambil uang sebanyak yang aku butuhkan.

Pernah ada kejadian pas di kampus, aku kehabisan uang gara-gara kelamaan berwarnet ria sambil nunggu dosen dateng. Pas mau pulang, aku ga punya uang buat naik bus transjakarta. Untungnya dekat kampus ada ATM BNI, cuma mungkin karena sedang sial. Tiba-tiba saja aku melupakan PIN ATM ku. Kenapa aku bisa lupa? Aku sendiri kurang tau kenapa aku lupa tiba-tiba. Dan aku baru nyadar setelah beberapa jam setelah kartu ATM ku terblokir.

Jadi, saat sadar uang habis, secara refleks dan sadar diri aku langung nyari ATM terdekat. Aku masukin kartu ATM nya dan aku tekan PIN nya. Tapi entah kenapa kata si mesin ATM, PIN ku salah. Aku coba ulang sekali lagi

Akunya : pencet nomer PIN
ATMnya : salah mbak…
Akunya : *bingung* masa sih salah…pencet nomer PIN lagi
ATMnya : dibilangin salah lho mbak ini gimana sih
Akunya : *stress* Yang bener aja dong ini kan nomer PIN akuuuu….pencet lagi nomer PIN dengan semangat
ATMnya : gw blokir niiiiihhh…ga percaya sih
Akunya : yah iya keblokir….trus gimana pulangnya nih

Waktu itu aku bener-bener ga habis pikir, kenapa dan kok bisa nomer PIN ku bisa salah, padahal aku kan ga melakukan perubahan PIN akhir-akhir ini. Wah ada yang salah nih sama mesin ATM nya. Masa nomer PIN ku bisa berubah dengan sendirinya? Nggak mungkin banget kan? Itu hal yang mustahil.

Akhirnya, mau tidak mau aku harus melakukan konfirmasi dengan BNI Call center. Setlah nelpon dan melakukan validasi, kartuku bakal dibuka blokirnya setelah 24 jam. Itu artinya aku baru bisa makan besok hari! hyaaahhh teganya….

Beberapa teman aku kontak, tapi kesialan emang sedang memihak padaku. Pulsaku habis, dan aku hanya punya sisa SMS gratis. Ngarep banget ada temen yang bisa nyamper ke kampus, ngasih tumpangan kek, ngasih pinjem duit kek atau apalah. Eh ternyata enggak ada yang bales SMS. Menderitaaaa…..huhuhuhuh ohisa bener-bener merasa extremely lonely pas itu.

Karena nggak ada jalan lainnya, akhirnya duduk di lobi kampus sambil nunggu kali aja ada temen yang dateng dan bisa aku meminjam uang padanya. Sembari menunggu aku korek2 isi tasku, ternyata aku menemukan beberapa uang logam, sekitar 4000 rupiah. Cukuplah untuk naik bis pulang.

Sesampainya di kost. Aku mulai merunut kembali kejadian nomer PIN ku yang mendadak berubah. Dan seperti orang mendapatkan pencerahan. Kalau di kartun-kartun, diatas kepala kita tiba-tiba muncul lampu bohlam dan menyala dengan terang di ikuti bunyi “TRING”.

Ternyata tadi aku memencet angka 6 dan bukan angka 3. Buahahhahahahaha….ya pantas saja salah!! Aku heran sendiri, sejak kapan aku mengganti angka 3 itu menjadi 6. Kalau dipikir-pikir lupa PIN ATM ini kemungkinannya kecil, soalnya kombinasi angkanya adalah tanggal yang ga mungkin aku lupa. Dan kenapa bisa lupa mendadak gitu ya hihihi. Baka~~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s