Ohisa naik pesawat!

Ih judulnya itu nggak banget ya?! Ketahuan banget kalau aku ini emang asalnya dari desa alias wong ndeso hueheheheh XDD~ yes yes it’s true kok. Jadi nggak usah malu untuk mengakui. Seperti kata-kata orang di ruanganku, aku ini kalau lagi ngomong masih keliatan aja medhoknya.

Aku sempet cerita sama ibu waktu mau ke Denpasar

ibu-e : “Emang naik apa ke Denpasarnya”
Akunya : “Naik pesawat dong…”
ibu-e : “Dapet pesawat apa?”
Akunya : “Garuda Indonesia dong…”
ibu-e : “Walah, opo tenan (Red : Walah apa betul?)”
Akunya : “Iya beneran kok, gratis bu-e”
ibu-e : “Wah akhire naik pesawat juga ya? Wah ati ati yo…wong belum pernah. Bisa apa enggak? Wong critanya ini kan wong ndeso mau naik pesawat”
Akunya : “Hahahhaha…iya ki bu-e grogi juga, tapi pede wae aja wis”

But anyway, kemaren aku dapet tugas ke Denpasar. Seperti yang sudah aku ceritakan sebelumnya. Jadi kali ini adalah proses menghilangkan kendesoannya part 2. Sedikit grogi karena blom pernah masuk ke Bandar Udara Soekarno Hatta. Eh pernah kok pas njemput Priz yang dateng dari Singapore. Itupun kan bareng-bareng sama temen-temen yang lain. Lha sekarang kan urusannya beda. Kalau dulu cuman nunggu di terminal kedatangan, ga pake masuk-masuk. Nah yang sekarang ini kan pake masuk-masuk, harus chek in, dapet boarding pass dll dll dan dll.

Untungnya pas naik pesawat untuk kali yang pertama ini aku nggak sendirian, ada temen yang bareng pergi ke Denpasar. Jadi nggak keliatan banget ndeso dan gagap bandara-nya. Jadi waktu masuk ke terminal, sudah tau mau keterminal nomer berapa. ngambil boarding pass nya dimana, masuknya lewat mana, dan naik pesawatnya gimana. Wew begini doang? Lha ini sih juga bisa hahay! Dan lebih senangnya lagi pesawatnya dapet yang Garuda Indonesia.

Karena bukan pejabat Eselon I, jadi pesawatnya yang Economy Class saja. Tapi itu juga dah oke banget. Keberangkatanku ke Denpasar berbarengan dengan musim liburan Natal dan Tahun Baru, jadi satu kabin pesawat kebanyakan bule-bule yang keknya pengen surfing di Bali. Oh iya ternyata aku satu kabin dengan ustad Yusuf Mansyur. Subhanallah…cakep lho! Duh teduh banget tu wajah ^__^

Setelah mengencangkan ikat pinggang dan menegakkan tempat duduk.. Pesawat pun take off. Jiaaahh kek naik kora-kora hueheheheh.  Denpasar aku datang!

Selama perjalanan ke Denpasar, aku lebih sering melihat ke luar jendela karena di luar sana ada banyak sekali pemandangan yang begitu luar biasa. Ini kebesaran-Mu ya Allah. Terimakasih telah memperlihatkan kebesaran-Mu. Terimakasih juga buat pak Boss yang sudah memperikan kesempatan jalan-jalan gratis ini, setelah masalah-masalah yang lewat. It’s so much fun. It’s wonderful end of year, and sure thanks for the bonus!

SELAMAT TAHUN BARU!

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s