Uang = Sensitif

Kalau sudah berbicara soal uang, sepertinya ke-sensitif-an orangpun jadi lebih tinggi dari keadaan normal. Mungkin untuk sebagian orang, uang bukanlah tujuan utama dalam hidupnya. Namun untuk sebagian banyak orang, uang adalah bagian utama dari tujuan hidupnya. Istilah bekennya “Kalau nggak punya uang gimana mau hidup”.

Ok. Memang uang adalah menjadi salah satu  syarat untuk seseorang bisa bertahan hidup dengan memenuhi segala kebutuhannya. Bagaimana tidak? Sekarang semua yang menyangkut kehidupan perlu dengan uang. Dari sejak bayi lahir pun butuh uang, buat bayar biaya persalinan, perawatan dan beli susu biar bisa tumbuh besar dan jadi anak yang sehat, pintar, berguna dan berbakti pada nusa dan bangsa. Sekolah biar jadi pintar dan dapet pekerjaan pun butuh uang. Di sini, mana ada sih sekolah gratis. Kata gratis kan cuman “Kata” ujung-ujungnya juga harus beli ini dan itu dan bayar ini dan itu. Bahkan orang matipun saat perlu rumah masa depanpun harus bayar! Jadi kesimpulannya, apa-apa dan mau ngapa-ngapain pasti butuh uang

Jadi sebegitu pentingkah uang untuk kehidupan manusia?

Karena katanya uang itu sangat penting, orang jadi berusaha untuk mendapatkannya sebanyak mungkin. Kadang malah sampai lupa kalau ternyata cara yang di pakai adalah cara yang salah. Orang jadi cenderung lupa, karena saking sibuknya mencari uang, lupa dengan kehidupan disekitarnya, lupa dengan keluarga. Kalau sudah begitu betapa meruginya kita. efeknya mungkin tak terasa dalam waktu dekat, namun kurun waktu yang lama pada akhirnya efek itu akan terasa. Kehilangan moment-moment penting bersama keluarga, kehilangan keluarga sahabat dan kawan.

Saat yang namanya uang tidak ada, atau kita tidak mendapatkannya, entah kenapa manusia menjadi lebih emosional alias sensitif. Semuanya terletak pada tingkat keikhlasnya masing-masing, sehingga seseorang bisa dibilang bebas dari masalah emosional, iri dan dengki juga sensitifitas berlebih karena masalah keuangan.

Tapi pada akhirnya, semua itu adalah manusiawi. Kalau tidak punya sifat-sifat seperti itu bukan manusia namanya, tinggal membuatnya menjadi kapasitas yang seimbang.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s